Rabu, 7 Disember 2016

kisah gula.


Tak ada yang lebih gusar melebihi makhluk Tuhan yang bernama gula pasir. Pemanis alami dari olahan tumbuhan tebu ini membandingkan dirinya dengan makhluk sejenisnya yang bernama sirup.
Masalahnya mudah. Gula pasir merasa kalau selama ini dirinya tidak dihargai manusia. Dimanfaatkan, tapi dilupakan begitu saja. Walau ia sudah mengorbankan diri untuk memaniskan teh panas, tapi manusia tidak menyebut-nyebut dirinya dalam campuran teh dan gula itu.
 Manusia cuma menyebut, "Ini teh manis." Bukan teh gula. Apalagi teh gula pasir.
Begitu pun ketika gula pasir dicampur dengan kopi panas. 
Tak ada yang mengatakan camp
uran itu dengan kopi gula pasir. Melainkan, kopi manis. Hal yang sama ia alami ketika dirinya dicampur berbagai adonan kueh dan roti.
 Gula pasir merasa kalau dirinya cuma diperlukan,
 tapi kemudian dilupakan.
Ia cuma disebut manakala manusia memerlukan. Setelah itu, tak ada penghargaan sedikit pun. Tak ada yang menghargai pengorbanannya, kesetiaannya, dan perananya yang begitu besar sehingga sesuatu menjadi manis.
Berbeda sekali dengan sirup. Dari segi eksistensi, sirup tidak hilang ketika bercampur. 
Warnanya masih terlihat. Manusia pun mengatakan, "Ini ais sirup."
 Bukan ais manis.
Moralnya
Sedar atau tidak, kadang ada keinginan untuk diakui, dihargai, bahkan disebut-sebut namanya sebagai yang paling berjasa. Persis seperti yang disuarakan gula pasir.
Kalau saja gula pasir faham bahwa sebuah kebaikan semakin hebah ketika tetap tersembunyi. Kalau saja gula pasir sedar bahwa setinggi apa pun sirap dihargai, asalnya juga dari gula pasir. Kalau saja gula pasir mengerti bahwa sirap terbaik justru yang berasal dari gula pasir asli. Kalau saja para penggiat kebaikan memahami kekeliruan gula pasir, tidak akan ada ungkapan, "Andai aku seperti sirup!

Ahad, 16 Oktober 2016

Penghargaan



PENGHARGAAN
kenapa perlu.

SEANDAINYA DIBERIKAN
SEKEPING GAMBAR PADA KITA.

gambar siapa kita akan cari dulu.

GAMBAR SENDIRI.

dimana2 kita mencari ruang untuk di hargai.

PENERIMAAN
PERSETUJUAN
PENGHARGAAN.

Rabu, 12 Oktober 2016

Parenting......


PARENT2KID.
Ibubapa dan anak2.
Kita melihat satu hubungan sosial yang semakin meruncing.
DULU.
anak2 kita macam bola jatuh dan melantun.
Sekarang anak kita macam bola - jatuh dan pecah.
DULU
anak2 kita sabar2 mahu mengikut makayah
Sekarang makayah kena pujuk anak2.

APA YANG ANAK2 PERLUKAN.

Penerimaan
Persetujuan
Penghargaan.

PARENT HARI INI.
seakan2 terperangkap.

Kesibukan
Kesuntukan masa.
Kesunyian

AKHIRNYA.

kita memberi apa yang anak2 mahu.
Eco Kid Adventure on Facebook