Selasa, 2 Disember 2008

ini juga cerita kita.


Sekiranya seseorang anak hidup dengan kritikan.
Dia belajar untuk mengutuk.

Sekiranya seseorang anak hidup dengan memuji
Dia belajar untuk menhargai

Sekiranya seorang anak hidup dalam permusuhan
Dia belajar berkelahi

Sekiranya seorang anak hidup dengan toleransi
Dia belajar menjadi sabar

Sekiranya seorang anak hidup dengan cemuhan
Dia belajar untuk jadi pemalu

Sekiranya seorang anak hidup dengan dorongan
Dia mempelajari keyakinan

Sekiranya seorang anak hidup dengan rasa malu
Dia belajar untuk merasa bersalah

Sekiranya seorang anak hidup dengan keizinan
Dia belajar untuk menyukai diri

Sekiranya seorang anak hidup dengan keadilan
Dia belajar menghargai dirinya

Sekiranya seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan
Dia belajar untuk mencari kasih sayang di dalam dunia.

Moral untuk kita : Menjadi jahil tidaklah memalukan , tetapi enggan belajar amat memalukan. Anak2 mudah di pengaruhi. Bila mereka melihat mentor mereka - spt ibubapa , guru ( dll ) - menipu dengan rasa bangga dengan ketidakjujuran.....

15 ulasan:

Tirana berkata...

Interaksi kita dengan anak-anak saban waktu memberi impak yang besar terhadap pembentukan mereka. We have to know how to behave properly so that our kids will too. Kita selalu salahkan anak-anak bila mereka buat perangai tapi kita sendiri pun selalu jugak buat perangai depan mereka..hehehe..

Tirana berkata...

MasyaAllah..comelnya anak jinggo ni.. Ini yang kecil sekali ye..Berapa usia dia?

- jinggo - berkata...

Itu lah puan - saya mencari formula terbaik untuk menjadi ' mentor ' yang terbaik untuk anak2 -walaupun takdir seakan tidak bersama kami.rasanya saya dah ' dipermudahkan ' dalam beberapa hal.yang pastinya saya adalah ' mentor ' anak2 tu.yang merisaukan saya kadang2 emosi mak diaorang tu : saya tidak mahu apa yg berlaku membentuk kepercayaam mereka.

Ini ' bahagian ' saya.Cabaran yg tidak semua orang lain hadapi.Saya stabil dan terima.Menjadikan anak2 sebagai Mentor adalah apa yg harus saya kekalkan walaupun tidak dalam semua hal.Dan minta dipermudahkanNya agar saya tidak tersasar......

Tu - RoseSofia.5 tahun.

Tirana berkata...

Walaupun jinggo dan ibu anak-anak itu sudah tidak tinggal sebumbung, tapi masih ada cara untuk mendidik mereka sebaik mungkin. Jodoh yang tidak panjang usahlah kita jadikan alasan untuk bermusuhan sebaliknya kita boleh menjadi kawan yang baik demi anak-anak itu.. Perbalahan antara ibu dan bapa (samada yang telah berpisah atau yang masih ada ikatan) sebenarnya membuat anak-anak confused. Lebih teruk lagi jika mereka diletakkan dalam keadaan yang serba salah, terpaksa memilih antara ibu dan ayah. Ini akan mengganggu emosi mereka..menjadikan emosi mereka tidak stabil dan akhirnya menyebabkan mereka membenci kehidupan berkeluarga dan memilih jalan keluar sendiri bila mereka mampu berbuat demikian.

- jinggo - berkata...

Itu jawapan terbaik ( macam dlm buku ) : saya berhadapan banyak pemasalahan remaja yg dikaitkan dengan cerita yg sama - puncanya adalah ' kekeliruan '.bila mak mula ' mencari gang untuk mengutuk ayah ' : maka jadilah begitu....rasanya itu adalah asas.Sebab saya percaya pada ' keadilan ' skrip Tuhan.....

Kita memerlukan BENCANA....

Tirana berkata...

Allah menjadikan "bencana" untuk kita belajar. So belajarlah untuk menjadi yang terbaik dengan bencana itu. Kalau tak jadi "bencana" mungkin kita masih duduk dalam comfort zone..susah nak membuat perubahan ke arah kebaikan. Skrip yang Allah lakarkan untuk kita adalah yang terbaik..Kena yakin yang itu.

- jinggo - berkata...

Ada satu perkataan paling sesuai untuk kita dan saya : tidak malu menjadi JAHIL , tapi lebih malu kalau tidak belajar dari KEJAHILAN....belajar dari BENCANA.

Kata seorang Pendita : kita tidak boleh mengubah KEADAAN tapi kita boleh mengubah SITUASI.....perubahan pada situasi...terima kasih.

~mardihah~ berkata...

Jinggo ini dan Tirana boleh saya katakan mengenali antara satu sama lain. betul kan?
Satu caturan kata yang sedap saya dengar...anyway, thanks.
Please change *menhargai to menghargai tak?. hehehe. ni cikgu tatabahasa dtg semak kertas peksa SPM ni.
hehehe......
banyak jg madah2 yang boleh saya adaptasi dalam penulisan di laman ini.
selamat berkarya!

azza_irah berkata...

wajah yg jernih..

- jinggo - berkata...

sister dihah - terima kasih kerana jadi cgu bahasa ( saya org hutan kut ) saya dah tirana : tidak kenal secara fizikal.tapi dialamaya.ini orang pertama yg bersama saya.mungkin tempat ' mengaji ' sama kut...sebab tu rentaknya sama.

Apa2 pun : semuga hari ini kita lebih baik dari semalam....

- jinggo - berkata...

cgu azza : apa wajah yg jernih....semuga apa yg berlaku telah pun berlaku : jalan harus ke depan kan......

Mak Su berkata...

kat kl saya tinggal kat ngan kl.... uhukhukhuk (batuk plaks)

saya tak tahu samada didikan saya ok ker tak kepada anak2 saya, moga mereka terima yang baik2 saja, seboleh mungkin saya akan beri yang baik2 saja, walaupun saya banyak kejelikan :(

- jinggo - berkata...

mak su oh mak su : pendekatan subjektif kan.sebab budak2 hanya tahu menerima saja.pastikan kita memberi yg terbaik dan termampu dari kita..........

mountdweller berkata...

Salam sdr.jinggo,

Apa yang kita lalui adalah di atas suratanNya. Apa pun segala pahit getir yang kita lalui di dunia ini adalah dugaan. Dugaan yang menjuruskan kita kepada petaka atau ganjaran yang baik dariNya.

Pasrah dan hadapilah dengan besar hati dan kesyukuran. Allah lebih tahu apa yang baik untuk kita.

Mendidik anak bagi saya sama saja sama ada bersama ibunya atau pun tidak. Yang penting ialah curahkan kasih sayang dan nilai-nilai yang murni serta besarkan dia di dalam suasana yang harmoni dan lemah lembut.

Saya juga kehilangan ibu semasa saya berumur setahun lebih dan membesar dengan ayah serta emak angkat yang menyayangi saya. Percayalah membesar dengan suasana begitu akan cepat mematangkan.

- jinggo - berkata...

terima kasih tuan mount : ini pandangan dari ' ayah ' kepada ' ayah ' : cukup praktikal.terima kasih. semuga apa yg kita kongsikan menjadi iktibar besar kepada yg lain...

Eco Kid Adventure on Facebook