Sabtu, 10 Januari 2009

Kisah SeBongkah Batu

Apakah erti BATU kepada mereka.......

Suatu ketika seorang pencari batu berjalan di gunung yang sangat gersang dan melihat selonggok batu dengan warna coklat kusam yang telah diselimuti oleh lumut dan nampak luarnya relatif lapuk.
Kemudian dengan sekuat tenaga pencari batu itu mengayunkan godamnya mengenai batu hingga mendapatkan bongkah batu sebesar kepala, dan mula terlihat warna asli dari batu tersebut adalah putih.Dibawanya batu itu ke rumahnya, dipotongnya dengan menggunakan alat pemotong batu, hingga percikan api hasil gesekan dengan batu itu sesekali terlihat. Dihaluskan permukaannya yang kasar dari batu tersebut dan digosok.
Siang dan malam, ia berusaha membuat sebentuk batu penghias cincin, dari warna batu yang putih dan kasar, berangsur-angsur menjadi putih, mengkilap dan licin.
Pencari batu tersebut tahu betul kesempurnaan bentuk sebuah batu penghias cincin, akhirnya terciptalah sebuah batu yang bernilai.
Pengajaran Cerita Ini :
Sebenarnya alam memberikan berbagai pelajaran buat kita. Kita adalah sebongkah batu, kondisi lapuk, berlumut dan rapuh adalah keadaan kita yang tidak mampu melawan cobaan. Pukulan penukul, gesekan alat pengilat, percikan api adalah gambaran dari cabaran yang datang untuk menempa kita.
Kadang kita menolak cabaran yang datang,
tetapi sebenarnya cubaan tersebut adalah dari tuhan untuk membentuk kepribadian kita sehingga kita boleh dilihat bersinar.Sekarang mari kita fikirkan, dimanakah posisi kita? Apakah kita seketul batu yang tidak berharga?
Ataukah kita seketul batu yang sedang mengalami proses menjadi sebuah batu penghias cincin yang memiliki nilai yang mahal?

13 ulasan:

nurdaniella berkata...

banyak cabaran yang perlu kita hadapi untuk menjadi insan yang benar2 berkualiti.. kita sendiri yang harus menggilap diri untuk bersinar di mata dunia..

::SRISUFI:: berkata...

salam bahagia cikgu>..

teringat pesan mak..nak jadi permata "jadilah permata asli"..

menjadi batu bukan mudah.kerna ia menahan sengat binar mentari nan garang.sebab ia kukuh menghalangi deru ombak yang sentiasa menerpa tak kenal lelah.Sebab ia sentiasa melawan bayu yg keras menghembus & menerpa dgn dingin yg cuba membekukan.sebab ia cuba menahan hempas badai yg dtg terus menerus cuba melemahkan keteguhannya....

terima ksh entri ni...sgt bermakna dlm mengenal diri..

**jadi batu cincin lah best cikgu...mahal ,diletak dlm 1 bekas khas dan disimpan rapi.

::SRISUFI:: berkata...

ni email sri..

jj_srisufi at yahoo.com.my

dah 2 kali sent email yg btl tu cikgu

- jinggo - berkata...

nur....nak mengilapkan diri adalah proses.samada kita sanggup digilap : sebab bila sebut soal proses ianya melalui satu ' aktiviti ' yg kita suka @ tak suka......

hari ini.marilah memproses diri dahulu : dan mencari ruang untuk di gilap.....

- jinggo - berkata...

terima kasih Sri : cerita batu yg digilap...seronok berurusan terus dengan manusia2 berkuanliti gini.

saya mungkin ( comfirm ) adalah sebahagian dari batu2 yg digilap gamaknya.Proses dan aktiviti untuk itu memang teruk.....

Batu itu menjadi cincin dan cantik untuk ditenung.....semuga kita diberkatiNya

xiiinam751 berkata...

cikgu...
cikgu banyak cerita yg penuh mesej ek...saya ambik sikit buat modal mengurat murid2 dalam kelas saya...boleh?

- jinggo - berkata...

cgu.terima kasih : cerita tandas cgu tu...saya nak tanya : ada masuk Pertandingan Sekolah Lestari tak..anjuran Jabatan Alam Sekitar.......

apa2 pun saya bangga dgn cgu...

erisya nor berkata...

setuju! kita adalah batu yang dicanai untuk menjadi permata yang menghiasi syurga! Batu yang tidak dicanai tak akan cantik bergemerlapan....tetap berlumut dan tiada nilai.

- jinggo - berkata...

Kadang2 seronok belajar dengan alam...kita terjelepok sendiri bila alam menyatakan itu dan ini....

hari ini mari kita sama2 belajar ; samalah kita menjadikan ruang yg terbuka ni untuk mengilabkan diri....agar esok dan esok kita adalah seketol batu yg molek untuk dilihat....

Tirana berkata...

Cerita batu lagi...

Jadilah seperti batu permata...walau di mana sekalipun ia tercampak, cahaya dan kegemerlapannya tidak akan hilang..

Namun untuk mencapai tahap batu permata, banyak proses yang perlu kita lalui. Dugaan demi dugaan, cabaran demi cabaran harus kita tempuhi. Hanya yang mampu bertahan dan bijak mengambil pengajaran dari segala mehnah dan tribulasi saja yang boleh jadi batu permata tahap tinggi...hehehe.. Saya belum mencapai batu permata tahap tinggi itu..

Luth Textile berkata...

kesiannya..
tak sanggup nak tengok..

- jinggo - berkata...

Puan Tirana : kalau puan belum sampai ke batu yg di gilap...saya mungkin dalam proses agaknya.he...he....

Harap2 proses yang mengilap ini terus terusan....yang penting direntangkan kepada kita untuk kitsa belajar....

Macam tsunami.tanah runtuh.....semuga kita diberkatiNya.

- jinggo - berkata...

luth : gambar tu..tiada kata lagi yg boleh kita katakan.Hanya mereka yg tahu....

Eco Kid Adventure on Facebook